whatsapp image 2026 02 23 at 04.34.11

KISAH PERJALANAN KADER UNIK PMII DIY (PART 2)

Ghiroh saya untuk bergabung dengan PMII sudah tidak bisa dibendung lagi. Langkah pertama saya mulai dengan menghubungi salah satu dosen UNU Yogyakarta, Ibu Nur Hidayah. Lewat beliau, saya meminta nomor kontak Ketua PMII UNU dan akhirnya terhubung dengan Mas Ruslan. Namun, setelah berbincang cukup lama, Mas Ruslan mengabarkan bahwa beliau sudah tidak lagi aktif di organisasi.

Meski sempat menemui jalan buntu, semangat saya tidak surut. Suatu hari saat berkunjung ke kampus UNU Yogya, saya menemui seorang penjaga kampus yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan saya, Pak Karsono. Saya bertanya apakah beliau mengenal Ketua PMII UNU saat ini. Beruntung, beliau mengenal sosoknya dan memberikan nomor WhatsApp Mas Oksada kepada saya.

Tak ingin membuang waktu, saya segera menghubungi Mas Oksada dan mengundangnya untuk mampir ke rumah bersama teman-temannya pada hari Senin. Akhirnya, pada malam Kamis, Mas Oksada benar-benar datang bertamu. Ia tidak datang sendiri, melainkan ditemani oleh Mas Asmi, seorang mahasiswa asal Aceh.

Tanpa basa-basi, saya langsung melontarkan pertanyaan inti: “Mas, apakah dalam waktu dekat ada agenda Mapaba PMII di UNU?”

Mas Oksada menjawab, “Ada Cak, tapi mungkin sekitar satu bulan lagi. Nanti dikabari lagi ya, Cak.”

Dengan tegas saya membalas, “Siap. Tolong catat saya sebagai calon peserta Mapaba.”

Mendengar hal itu, Mas Oksada tampak setengah kaget dan memastikan kembali, “Beneran, Cak?”

“Bener dong, Mas,” jawab saya mantap, yang kemudian disambut dengan kata “Oke” oleh Mas Oksada.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *